Site Info

Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, Februari 09, 2010

Hari Pers: Aktivis Pergerakan Ajak Jurnalis Melawan Neoliberalisme

Posted by mapukre_abdya on 2/09/2010 11:03:00 PM 0 komentar

Hari Pers: Aktivis Pergerakan Ajak Jurnalis Melawan Neoliberalisme 
 
Selasa, 9 Februari 2010-21.19 WIB | Bravo
 
PALEMBANG, Berdikari Online: Aktivis pergerakan di Palembang, Sumatera Selatan, menyerukan kepada jurnalis untuk berjuang bersama melawan system neoliberalisme di Indonesia.
 
Tuntutan ini disampaikan oleh puluhan aktivis dalam aksi bersama Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Partai Rakyat Demokratik (PRD), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) dan Front Anak Bangsa Menggunakan (FRABAM) di depan Hotel Arya Duta, Palembang, Selasa (9/2). Ini bertepatan dengan kedatangan SBY untuk menutup Pekan Olahraga Wartawan Nasional (PORWANAS).
Continue...


Rabu, Januari 27, 2010

KPK Periksa Ary Muladi Soal Yulianto

Posted by mapukre_abdya on 1/27/2010 02:03:00 PM 0 komentar

Rabu, 27 January 2010 12:42 WIB

Jakarta, (tvOne)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (27/1), kembali memeriksa Ary Muladi dalam kasus dugaan adanya upaya menghalangi kinerja KPK dengan tersangka Anggodo Widjojo. Dalam pemeriksaan sebelumnya, Ary ditanya soal Yulianto.
Continue...


Minggu, Januari 17, 2010

"Kualitas Anggota Pansus Century Memprihatinkan"

Posted by mapukre_abdya on 1/17/2010 05:35:00 PM 0 komentar

Minggu, 17 January 2010 12:11 WIB

Jakarta, (tvOne)

Politisi Partai Golkar, Zainal Bintang, menilai kualitas sebagian anggota Panitia Angket kasus Bank Century DPR RI menyedihkan karena sering dihinggapi perasaaan rendah diri. "Lihat saja dari siaran langsungnya. Mereka rata-rata kikuk menghadapi intelektual profesional sekelas Boediono (Wapres) dan Sri Mulyani (Menkeu)," katanya kepada di Jakarta, Minggu (17/1).

Akibat kekikukan itu pula, kata Zainal Bintang, pertanyaan sebagian anggota Panitia Angket terkesan `asbun` (asal bunyi), gampang dipatahkan, lalu mereka memilih bersikap mengeluarkan nada keras serta main paksa untuk menutupi kekurangannya. "Tingkah laku anggota Pansus itu kan terlihat di televisi, dan masyarakat bisa langsung menilainya. Yang saya dapat selama ini, citra mereka memang sangat negatif. Demikian menurut pernilaian sebagian besar publik yang berbicara dengan saya," katanya.

Harapan Masyarakat

Namun begitu, Zainal Bintang masih berharap Panitia Angket ini bisa memenuhi harapan masyarakat untuk membongkar kasus Bank Century. "Tetapi, jika cara mereka masih seperti sekarang, Panitia Anget tidak bisa memenuhi harapan masyarakat. Makanya, keberadaan mereka dipertanyakan, karena ada yang kualitasnya rendah dan mental mereka rentan disuap. Apalagi yang niatnya jadi anggota DPR RI untuk tujuan perbaikan nasib alias tujuan pragmatis," ujarnya.

Zainal Bintang lalu menganalogikan perilaku tersebut dengan sikap atau sosok yang bermental selebritis, diimplementasikan dengan `gila` atau hobi wawancara di koran maupun televisi. "Padahal pernyataannya ngawur, plin-plan, lain pagi lain sore. Data yang mereka pakai pun sering tidak akurat, gambang di-`counter` (serang balik) lawan-lawannya. Pokoknya memalukan. Akibatnya, muncul banyak contoh kasus sikap tidak etis pernah disiarkan berbagai media," pungkasnya. (Ant)


Sumber :http://www.tvone.co.id/berita/view/31669/2010/01/17/kualitas_anggota_pansus_century_memprihatinkan/

Continue...


Din: Wajar Pansus Panggil SBY

Posted by mapukre_abdya on 1/17/2010 05:31:00 PM 0 komentar

Minggu, 17 January 2010 16:59 WIB

Jakarta, (tvOne)

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai wajar bila Panitia Angket Bank Century DPR memanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Itu wajar. Presiden harus mengklarifikasi beberapa hal," katanya di Jakarta, Minggu (17/1), di sela-sela Silaturahmi Nasional Keluarga Besar Pondok Modern Darussalam Gontor.

Menurut Din, Presiden Yudhoyono perlu memberikan klarifikasi terutama soal laporan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang disampaikan lewat layanan pesan singkat atau SMS. "Presiden SBY tidak boleh diam. SBY perlu mengambil alih tanggung jawab. Sudah cukup alasan untuk dipanggil pansus, tidak perlu dihindari," ujar Din. Apalagi, kata Din melanjutkan, Presiden Yudhoyono berkomitmen dan menyatakan agar kasus itu diusut secara tuntas.

Prokontra pemanggilan terhadap Presiden Yudhoyono untuk memberi keterangan dalam rapat Panitia Angket Kasus Century DPR terus bergulir. Usul pemanggilan terhadap Presiden antara lain disampaikan anggota panitia asal Fraksi Partai Hanura Akbar Faisal dan Bambang Soesatyo dari Fraksi Golkar.

Desakan agar panitia memanggil Yudhoyono sebelumnya disampaikan oleh sejumlah aktivis antikorupsi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak). Mereka mengatakan, banyak hal yang perlu diklarifikasi kepada Yudhoyono selaku kepala pemerintahan, salah satunya, adalah menjelaskan kehadiran Ketua UKP3R (Unit Kerja Presiden Pengelolaan Program dan Reformasi) Marsilam Simanjuntak.

Sumber :http://www.tvone.co.id/berita/view/31683/2010/01/17/din_wajar_pansus_panggil_sby

Continue...


Demokrat Tegaskan Tak akan Pecat Ruhut Sitompul

Posted by mapukre_abdya on 1/17/2010 05:26:00 PM 0 komentar

Minggu, 17 January 2010 14:41 WIB

Jakarta, (tvOne)

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Ahmad Mubarok menegaskan, tidak akan memberhentikan Ruhut Sitompul dari keanggotaan partai meskipun marak dukungan pemberhentian anggota DPR itu dari para pengguna jejaring sosial facebook. "Aspirasi tersebut (pemecatan Ruhut) tetap kami tampung tetapi dukungan masyarakat agar Partai Demokrat mempertahankan Ruhut dalam keanggotaan partai juga terus mengalir," katanya di Jakarta, Minggu (17/1).


Ruhut mendapat sorotan publik setelah terlibat dalam "perang kata-kata" dengan Wakil Ketua Panitia Angket Bank Century dari Fraksi PDI Perjuangan Gayus Lumbuun dalam rapat panitia beberapa waktu lalu. Mubarok mengemukakan, dukungan agar Demokrat mempertahankan Ruhut masuk melalui berbagai media antara lain lewat layanan pesan singkat (SMS) kepada para pengurus Demokrat. "Jumlahnya tidak kalah banyak, istilahnya keseimbangan," ujar Ahmad.


Ia mengatakan, desakan agar Ruhut dipecat kemungkinan besar muncul dari publik yang sangat mencintai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat dan mencintai Partai Demokrat. "Kalau yang merasa sangat mencintai SBY pasti ingin pecat itu Ruhut, dia merusak. Tapi kalau yang agak nyantai pasti melihat itu (perilaku Ruhut) sebatas tontonan," katanya.

Desakan agar Partai Demokrat memecat Ruhut muncul di grup "facebook" bertajuk "1.000.000 Facebookers Meminta Partai Demokrat Untuk Memecat Ruhut Sitompul". Melalui grup tersebut, para pengguna laman tersebut mendesak agar Partai Demokrat segera menindak Ruhut karena menganggap perilakunya tidak pantas dan tidak berpendidikan. Sebelumnya, pimpinan DPPR akan memanggil Ruhut dan Gayus Lumbuun untuk melakukan klarifikasi soal perdebatan keduanya yang mengeluarkan kata-kata kurang baik.

Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, Ruhut dan Gayus akan dimintai keterangan, apakah benar keduanya telah mengeluarkan kata-kata kurang baik pada rapat Panitia Angket. "Pimpinan DPR tidak memonitor seluruh jalannya rapat Panitia Angket dari pagi hingga tengah malam, tapi kami mendapat informasi keduanya mengeluarkan kata-kata kurang baik yakni `bangsat` dan `setan`," kata Marzuki.

Menurut dia, kalau benar keduanya mengeluarkan kata-kata kurang baik, hal ini akan berpengaruh terhadap citra lembaga DPR sehingga pimpinan DPR akan melakukan klarifikasi terhadap keduanya. Dari perdebatan antara Ruhut Sitompul dan Gayus Lumbun, katanya, Fraksi PDI Perjuangan mengeluarkan pernyataan tertulis, sehingga pimpinan DPR menindaklanjuti hal ini. "Kami menyadari terjadi dinamika pada rapat Panitia Angket, tapi diharapkan bisa bersikap lebih santun dan saling menahan diri," katanya. (Ant).

Sumber :http://www.tvone.co.id/berita/view/31678/2010/01/17/demokrat_tegaskan_tak_akan_pecat_ruhut_sitompul
Continue...